Kanit Reskrim Polsek Medan Kota: KU dan RI Tidak Cukup Bukti Jadi Dilepas

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota: KU dan RI Tidak Cukup Bukti Jadi Dilepas
Gambar Ilustrasi

MEDAN - Fitri menceritakan bahwa pada 2 Agustus 2021, Suaminya Aryes yang saat itu membutuhkan uang sebesar Rp 30 ribu untuk membeli susu anaknya, mendatangi YA tetangganya yang dikenal sebagai bandar narkoba jenis sabu.

Saat yang sama, YA ketika itu tiba - tiba mendapat pesanan satu Gram sabu dari yang biasa dipanggil KU yang memiliki rambut gondrong, beserta RI warga jalan Perjuangan, Kec Medan Sunggal  yang selama ini dikenal sebagai Pengedar Sabu Ketengan, dimana keduanya meminta diantarkan barang haram itu di dekat SPBU Ringroad.

Kemudian YA yang melihat Aryes membutuhkan uang Rp 30 ribu, akhirnya menyuruhnya mengantarkan barang pesanan KU dan RI yang ternyata saat itu telah tertangkap Personil Polsek Medan Kota, sehingga dilakukan pengembangan.

Memang Naas, YA yang seharusnya digiring agar mengantarkan barang sebagai pengembangan terhadap penangkapan KU dan RI, tiba - tiba Aryes yang mengantarkan sabu itu, hingga tepat di dekat SPBU Ringroad, Aryes langsung dipegang Personil Polsek Medan Kota dengan barang bukti 1 gram sabu.

Selanjutnya KU, RI dan Aryes langsung diboyong ke Polsek Medan Kota.

Namun ketiganya yang awalnya satu berkas, tiba tiba dipisahkan karena pihak keluarga KU dan RI telah mendapat lampu hijau untuk menyediakan uang yang awalnya 20 juta diduga menjadi 22 juta.

"Setelah 4 hari penangkapan itu (6/8), saya datangi ibu si KU yang berada di Jalan Perjuangan  dan sempat saya dimarahi ibunya yang menuduh suami saya yang mengakibatkan anaknya tertangkap, padahal saya katakan bahwa suami saya tertangkap karena pancingan KU dan RI, sempat ibu KU mengatakan bahwa malam ini juga, ibu KU harus menyediakan uang Rp 22 juta, agar jam 1 malam KU anaknya serta RI dapat dibebaskan, "ungkap Fitri menceritakan apa yang ibu KU sampaikan.

Penasaran kebenaran telah bebasnya KU dan RI, besok paginya (7/8), Fitri kembali mendatangi rumah KU dan pagi itu  terlihat KU dan RI sedang minum kopi dan hal itu membuat nyeri hatinya, sebab suaminya yang tertangkap atas pengembangan dari KU dan RI, tetap menjadi pesakitan di Polsek Medan Kota.

"Saat itu sempat si KU mengatakan kepada saya bahwa suamiku tak mengakui narkoba itu miliknya, memang bukan miliknya, karena itu adalah milik si YA dan dia hanya disuruh mengantarkan dan KU sempat mengatakan bahwa suaminya tak mengakuinya dihadapan polisi, habis dihajar, "tuturnya.

Mendengar penuturan Fitri, kembali M Sa'i Rangkuti, SH, MH berkomentar bahwa Penangkapan Aryes, suami Fitri, disebabkan pengembangan dari tertangkapnya KU dan RI, sehingga KU dan RI yang tertangkap lebih dahulu dan memiliki barang bukti, disuruh memancing pemasok barang haram itu, tak lain YA, namun yang menghantar Aryes, makanya dirinya diamankan.

"Aryes ditangkap karena pengembangan dari KU dan RI yang terbukti memiliki barang bukti, jelas disitu seharusnya ketiganya satu paket, tapi kenapa KU dan RI bisa dilepas?, Kalo memang pihak Polisi Medan Kota bilang tidak ada barang bukti saat penangkapan KU dan RI, kenapa musti ada pengembangan dan kenapa pula KU dan RI sempat ditahan selama 5 hari di Polsek Medan Kota?, Mana mungkin tidak ada barang bukti bisa dilakukan pengembangan, maka tampak jelas ada dugaan pisah berkas antara KU dan RI dengan Aryes, padahal ketiganya sepaket dan ada dugaan adanya tangkap lepas di Polsek Medan Kota, " tutur pengacara.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Rambe saat dikonfirmasi awak media, (6/9/2021) sekira siang, menyebutkan bahwa tidak ada penganiayaan yang dilakukan oleh Aryes. 

Disela - sela awak media Indonesiasatu.co.id mengajukan pertanyaan kepada Kanit Reskrim Medan Kota di ruangan juper, tiba - tiba terdengar di belakang awak media ada seseorang yang sedang di introgasi dan terlihat dipukuli, sontak Kanit Reskrim menyuruh berhenti anggotanya yang sedang melakukan penganiayaan terhadap salah satu hasil tangkapannya tersebut.

"Hoii, Lae kau kutunjangi kau nanti ya, " ucap Kanit dengan nada marah.

Lantas awak media di ajak keruangan Kanit reskrim Iptu Rambe.

"Tidak ada penganiayaan, itu karena penyakit getah bening, " ucapnya di ruangan Kanit.

Ditambahkan, pihak kepolisian sudah 3 kali membawa yang bersangkutan ke rumah sakit.

"Kami selaku penyidik sudah 3 kali membawa ke rumah sakit, bukti berobatnya ada dan meninggalnya di rumah sakit, " jelasnya.

"Kalau memang di pukuli silahkan buktikan, yang bersangkutan juga pada saat itu kita minta untuk autopsi, kalau memang pada saat itu keluarganya tidak terima dan ada indikasi penganiayaan, ya uda autopsi, " ujarnya.

Selanjutnya, terkait tangkap lepas inisial KU dan RI, Kanit Reskrim menjelaskan bahwa sudah di gelar perkara dan tidak mencukupi bukti.

"Berdasarkan gelar perkara di Polrestabes tidak cukup bukti" sebutnya.

Sedangkan uang yang disebut sebagai penebus tersangka yang berjumlah 22 juta itu tidak pernah diterima oleh Polsek Medan Kota.

"22 Juta tidak ada itu, " tutup Kanit. (Alam)

MEDAN SUMUT
Alamsyah Putra

Alamsyah Putra

Previous Article

Tahanan Polsek Medan Kota Meninggal, Istri...

Next Article

Dana BSU Mulai Cair, Ini Cara Ketahui Informasi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Afrizal verified

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 242

Postingan Tahun ini: 2836

Registered: Sep 25, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 211

Postingan Tahun ini: 2401

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 165

Postingan Tahun ini: 2391

Registered: Sep 22, 2020

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 98

Postingan Tahun ini: 534

Registered: May 7, 2021

Profle

Munafir Tumpinyo

Publik Kecewa, Kerinci Kembali Urutan Buncit MTQ Tingkat Provinsi
Satpol PP Batang Tak Berkutik Hadapi Galian C Ilegal
Kejaksaan Agung Perintahkan Kajati sumbar dan Kajari Pessel Segera Eksekusi Bupati Pessel
Riuh Dibicarakan Masyarakat, Ijazah Paket Balon Pilkades Diduga Palsu

Follow Us

Recommended Posts

Unit Reskrim Polsek Beringin Amankan 3 Pemuda Ranmor
Musa Rajekshah Gelar Puncak HUT Partai Golkar ke - 57 di Pagoda Open Stage
Peringatan HUT Partai Golkar ke 57, Musa Rajekshah Ziarah Kubur ke Makam Pahlawan
Hadiri HUT Ke-57, Musa Rajekshah Ingatkan Kader Golkar di Legislatif Dukung Penuh Kepala Daerah
Tony Rosyid: Mereka Ingin Anies Jadi Presiden